Kami sadar sepenuhnya, sebaik apapun kurikulum yang kami rancang, maka metodologi pembelajaran dari guru yang berkualitaslah yang menentukan keberhasilan penerapan kurikulum tersebut pada murid. Karena itu proses penyaringan guru kami tekankan pada:
- Guru kami harus memiliki aqidah yang benar dan akhlak yang baik
- Kemampuan intelegensia dan kreativitas yang memungkinkan guru kami untuk menerjemahkan kurikulum dengan benar
- Kemampuan belajar dan terus memperbaiki kemampuan diri yang tinggi
- Kecintaan yang tulus pada anak-anak
- Kesehatan fisik dan emosional yang baik
Proses penyaringan terhadap guru-guru kami meliputi:
- Tes membaca dan hafalah Quran
- Tes potensi Akademik dan Psikologi
- Membuat esay dalam bahasa Inggris
- Wawancara tentang motivasi, minat, dan kecintaan mereka terhadap anak-anak
- Wawancara dalam bahasa Inggris
- Pemeriksaan kesehatan
- Microteaching
Saat ini guru-guru yang kami miliki:
- Guru-guru yang memegang kelas
- Guru-guru bidang: Agama, Akhlak, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Guru-guru bidang ini selain mengajarkan mata pelajaran masing-masing, juga berkolaborasi dengan guru-guru kelas sehingga terjadi satu kesatuan implementasi kurikulum
- Guru Qur'an. Sengaja kami hadirkan setiap hari untuk membantu murid-murid belajar membaca dan menghafal Qur'an dengan benar dan baik sejak kecil
- Native Speaker English Teacher. Memegang 50% dari jam pelajaran bahasa Inggris
Guru-guru tersebut kami berikan training yang mecakup:
- Pemahaman yang utuh mengenai kurikulum Sekolah Alam Natur Islam
- Ilmu psikologi pendidikan dalam Islam
- Ilmu komunikasi dengan mengutamakan keteladanan pada anak
- Penanganan kegawatdaruratan pada anak
- dll (kami sesuaikan dengan kebutuhan murid)
Semua training diberikan oleh pakar-pakar yang sudah berpengalaman di bidang masing-masing, dan akan terus berlanjut dimasa depan dengan tujuan pengayaan bagi guru-guru tersebut. Selain itu ada standar bagi guru-guru kami yang harus mereka penuhi dalam jangka waktu yang kami tetapkan. Dengan kata lain, di Sekola Alam Natur Islam bukan hanya murid yang harus belajar, namun juga guru dan bahkan orang tua.















